Monday, October 6, 2008

(menantikan penyihir muda melintas di cakrawala)

tak ada alasan untuk melupakan malam natal
walaupun pit hitam tak lagi menakutkan
dan santa klaus telah hilang sihir cerobongnya

lupakan hadiah-hadiah di bawah pohon cemara
ingat saja, anjing kampung yang hilang
lalu kembali menggaruk pintu rumahmu
dan rasa bersalah itu.

ada banyak alasan untuk bahagia di malam itu
selaksa siluman yang hilang, sejuta malaikat
berlarian. kota ini butuh kembang api,
tak perlu bidadari.

...


putri serigala atau pemuda menjelma naga?
senggamanya penuhi kembang api
setumpuk besi
yang jakarta

kota ini kejam tak kenal delman
tak kuat mencium taik kuda
jijik melihat taik si cantik
yang menghiasi lengan-lengan
betonnya, seperti panu
sewindu

kita semua bersalah
atas lupa yang menahun
dan pikiran rabun

kita semua berdosa
terhadap mata yang kaca
dan pohon-pohon yang plastik
rimbun.

kembang-kembang di pangkuanmu
memercikkan api, mendidih kota di paruhmu

kota di sudut-sudut matamu
(menantikan penyihir muda melintas di cakrawala)

...



tapi aku terus menanti sihir
sejak langit di samping rumah berubah jadi pasar malam cahaya karbitan
(seorang teman orgasme melihat kartu pos wong-kar-wai-ish itu)

sihir yang menjinakkan naga, agar putri serigala tak terantuk kumisnya
sihir yang hujannya tak hanya bulan juni, tapi juga agustus januari
sihir yang menyihir roda-roda nyinyir para penyair
sihir yang membunuh atlantis with a touch of a kiss

(seorang teman melihat lukisan di bahuku, ia warnai merah kuning biru)
karena kantuk lebih suka jalan-jalan naik harajukujakarta
ada supir berdandan seperti samurai tokugawa

...




pesta seks bersama olivia dan edophilia.

1 comment: